MARJANUL QALBI ISLAMIC BOARDING SCHOOL

Kurikulum/ Metode

Sistem Pendidikan & Pengajaran

Pendidikan dan pengajaran di Pondok Pesantren Marjanul Qalbi (MQ � IBS Tebo) mengacu kepada sistem pendidikan pondok modern. Pendidikan tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas, tetapi  di semua aktivitas santri, baik ketika mereka berada di asrama, di masjid, di perpustakaan, maupun di lapangan olah raga, semuanya dimaksudkan untuk pendidikan. Seluruh aktivitas santri  yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan pesantren adalah pendidikan.

Dalam aspek kependidikan, di Marjanul Qalbi Rimbo Bujang diterapkan :

  1. Sistem boarding; seluruh santri/siswa wajib tinggal di asrama dan mengikuti disiplin dan aturan asrama
  2. Learning by doing; segala sesuatu yang diajarkan harus langsung diamalkan dan dipraktekan
  3. Bahasa Arab dan Inggris dijadikan sebagai bahasa resmi santri baik ketika mengikuti KBM maupun sebagai alat komunikasi sehari-hari.
  4. Uswatun Hasanah; para pengasuh dan pendidik senantiasa memberi teladan yang baik dalam segala hal kepada para santrinya.
  5. Ruh Keikhlasan; pimpinan dan pengasuhan ikhlas mendidik, santri ikhlas dididik, ditegur, diingatkan, dan diberi sangsi apabila melanggar. Santri tidak hanya ikhlas ditegur oleh pimpinan dan pengasuhan, tetapi juga oleh  temannya.

Dalam aspek pengajaran dipesantren Marjanul Qalbi digunakan sistem, metode dan pendekatan sebagaimana sekolah pada umumnya, hanya bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris dan Arab sebagai bahasa pengantar di kelas.

 

Pola Pembinaan

Pola pembinaan yang digunakan dalam proses pendidikan dan pembelajaran di Marjanul Qalbi IBS Tebo terbagi menjadi dua. Pertama, pembinaan yang dilakukan kepada para santri pada saat jam belajar formal di dalam kelas, yaitu dari jam 07.00 - 14.30. Kedua, pembinaan yang dilakukan kepada para santri di luar jam belajar formal, yaitu dari jam 14.30 - 07.00 pagi. Pola pembinaan yang dilakukan di Marjanul Qalbi IBS Tebo baik  pada saat belajar formal maupun non-formal, seluruhnya berorientasi kepada kepentingan anak didik (student centered).

Pembinaan santri selama  proses bembelajaran formal di kelas ditangani oleh kepala SMP dan wakilnya, bagian pengajaran, Guru BP, dan seluruh staf pengajar. Pembinaan lebih mengutamakan pencegahan agar anak didik tidak melakukan berbagai palanggaran, daripada perbaikan setelah terjadinya pelanggaran yang mereka lakukan. Pola pembinaan ini menuntut kepala sekolah dan para guru proaktif terhadap peserta didik, agar pembinaan dapat mencapai hasil yang maksimal.

Adapun pembinaan santri di luar jam belajar formal berada di bawah tanggung jawab bagian pengasuhan dan seluruh guru dalam (guru yang tinggal di asrama pesantren). Pembinaan ini waktunya lebih panjang, dan mekanismenya lebih rumit karena mencakup seluruh kehidupan santri, mulai dari keluar sekolah jam 14.30  sore sampai masuk kelas jam 07.00 pagi hari berikutnya.

Kurikulum

 

Kurikulum di pesantren Marjanul Qalbi (MQ - IBS Tebo) tidak hanya berupa mata pelajaran yang diajarkan di kelas, tetapi mencakup seluruh aktivitas santri, sejak bangun tidur sampai tidur lagi, baik ketika di kelas, di asrama, di masjid, di lapangan olahrga dan sebagainya.  Seluruh kegiatan yang dapat  mengantarkan pesantren untuk mencapai tujuan pendidikannya, termasuk kurikulum pesantren. Oleh karena itu, seluruh aktivitas yang diikuti, dilihat, dan didengar oleh santri semuanya dimaksudkan untuk pendidikan.

Kurikulum yang digunakan di Marjanul Qalbi merupakan syntese dari beberapa kurikulum; yaitu kurikulum Kementrian Agama, kurikulm Kemendikbud, kurikulum pondok modern, dan kurikulum pesantren tradisional/salafiyah.

Pelajaran umum, seperti matematika, fisika, kimia, biologi, sejarah, ekonomi dan sebagainya, diambil dari kurikulum Kemendikbud. Mata pelajaran agama dan bahasa Arab, seperti tafsir, hadis, aqidah, fiqh, tarikh Islam, nahwu, sharaf dan sebagainya, diambil dari kurikulum pondok modern dan Kementrian Agama, sedangkan pengajian kitab-kitab Islam klasik (kitab kuning) diambil dari kurikulum pesantren salafiyah. Hanya saja sistem pengajaran kitab kuning tidak seperti di pondok-pondok salafiyah yang khusus membahas kitab perkitab. Di sini, kitab kuning hanya diajarkan sesuai dengan silabus yang ada. Yakni hanya diambil materi-materi yang terkait dengan silabus yang dibuat oleh bagian kurikulum pesantren saja.

Selain itu, dilengkapi dengan berbagai kegiatan ekstra kurikuler dalam beberapa bidang, antara lain: komputerisasi, IT (informasi dan  teknologi), ketrampilan, life skill, kesenian, organisasi, olahraga dan lain-lain.

Secara umum kurikulum Marjanul Qalbi dibagi menjadi beberapa bidang studi sebagai berikut:

 

a. Intra-Kurikuler

1.      Bahasa Arab dan Inggris (semua disampaikan dalam bahasa Arab dan Inggris):

  1. Imla� (mendikte)
  2. Tamrin al-Lugah (latihan bahasa)
  3. Insya� (mengarang)
  4. Muthala�ah (bacaan bahasa Arab)
  5. Nahwu (tata bahasa Arab)
  6. Sharf (tata bahasa Arab)
  7. Balaghah (tata bahasa Arab)

b. Ekstra Kurikuler

1.      Pramuka

2.      Kaligrafi

3.      Musik (hadrah, band)

4.      Martial art (Tapak Suci, Tekwondo)

5.      Olahraga

c. Ko-Kurikuler

Dilaksanakan di luar jam sekolah di bawah bimbingan guru-guru dan santri-santri senior, antara lain:

  1. Ibadah Amaliyah, seperti shalat, puasa, membaca al-Qur�an, tahfidz al-Qur�an, zikir, wirid, do�a dan kegiatan ibadah suluk (tarbiyah ruhiyah)
  2. Ekstensif Learning, seperti pembinaan dan pengembangan 3 bahasa (Arab, Inggris, Indonesia, belajar muwajjah (tutorial) di sore dan malam hari, pengkajian kitab-kitab klasik, latihan dan lomba pidato dalam 3 bahasa, cerdas cermat, diskusi, seminar, simposium dan bedah buku.
  3. Praktek dan Bimbingan, seperti praktek adab dan sopan santun/etika, praktek mengajar/keguruan, prektek dakwah kemasyarakatan, praktek manasik haji, prektek mengurus jenazah, praktek wirausaha, bimbingan dan Penyuluhan.

© Direktory Papkis. All Rights Reserved. Created by Bidang Papkis Kanwil Kemenag Provinsi Jambi